Bisnis Properti 2020 Akan Lebih Baik

  • by

Peraturan daerah yang tumpang tindih sangat memperlambat proses dari para pengembang dalam berinvestasi dan membangun hunian.

Bisnis properti diyakini pada tahun 2020 akan memiliki kondisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun ini. Salah satu sektor yang digadang-gadang menjadi penyumbang pertumbuhan yaitu perumahan rakyat.

“Dengan rendahnya pertumbuhan di 2019, kami optimistis properti tahun depan akan membaik, khususnya di sektor perumahan rakyat. Kuncinya tetap di stimulus dari pemerintah yang saat ini masih sangat terbatas mengingat saat ini tambahan FLPP masih diperjuangkan,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya saat dihubungi, kemarin.

Stimulus lain yang dibutuhkan pengembang, jelas Bambang, terkait deregulasi peraturan daerah. Soalnya, peraturan daerah yang tumpang tindih sangat memperlambat proses dari para pengembang dalam melakukan investasi dan pembangunan hunian.

“Khususnya kemudahan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan sangat membantu. Begitu juga ke depan terkait sistem subsidi uang muka yang sedang dimatangkan agar saat program berjalan ketersediaan dananya sudah ada,” terang Bambang.

Bambang optimistis pasar untuk perumahan MBR masih sangat besar. Akan tetapi, untuk mendorong pasar tersebut sebagai pertumbuhan dibutuhkan stimulus yang kontinu dalam pelaksanaan.

Untuk segmen lain, seperti kelas menengah, kelas atas, dan high end, menurutnya, tetap membutuhkan kreativitas para pengembang untuk menarik pembeli. Selain itu, pelonggaran pajak serta pengawasan dalam pelaksanaannya juga dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *